Part 2 : ANAK DENGAN ATRESIA ESOFAGUS APAKAH BISA BERTAHAN???

    Setelah bolak-balik menanyakan dibeberapa rumah sakit yang bisa mengoperasi anak saya, akhirnya kami menemukan satu rumah sakit swasta di Jakarta Timur yang dokter bedah anak & ruangan nicu nya tersedia, yaitu di Rumah Sakit Hermina Jatinegara. Akhirnya keesokan harinya anak kami dibawa ke Hernina Jatinegara untuk ditangani lebih lanjut. Akhirnya anak kami di operasi oleh Prof dr. Sastiono, Sp BA dan tim. Dalam kasus ini dirumah sakit tersebut ternyata bukan cuma bayi kami yang sedang ditangani, tetapi ada bayi lain bahkan lebih jauh yaitu dari Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Bahkan bayi Alisha cantik tersebut menderita 2 kelainan yaitu Atresia Esofagus dan Atresia Ani. Dia disini hanya ditemani oleh ayahnya saja, karena ibunya masih pemulihan pasca operasi. Akhirnya bayi kami selesai di operasi, yaitu operasi pembuatan lubang diperut untuk jalan masuk makanan/susu langsung ke lambung, sementara esofagus/kerongkongannya belum bisa disambung karena masih terlalu pendek atau tidak bisa disambung untuk saat ini. Akhirnya untuk sementara lubang yang diperut tersebut diberi kateter sebagai alat/jembatan untuk masuknya asupan susu ke tubuh. 


    Selama pemulihan pasca operasi dirumah sakit, aku bolak-balik ke rumah sakit untuk memberikan susu dan semangat untuk Athar. Setiap aku menjenguknya, aku selalu membisikkan kata-kata bahwa aku akan selalu mendoakannya, dan aku yakin dia bakal sembuh dan kuat menjalani semua ini. Ya....bayi kami adalah bayi yang kuat dan itu yang membuat kami semangat untuk menghadapi hari-hari sulit yang mungkin akan kami hadapi di depan. Tetapi aku selalu mempunyai keyakinan bahwa bayiku akan sembuh seperti anak yang lainnya. Selain menjenguk anakku, aku juga selalu menjenguk Alisha bayi yang sama dengan Athar, aku merasa kasihan kepadanya karena ibunya tidak bisa mendampinginya disini. Dia juga bayi yang kuat, si cantik yang kuat dan tidak pernah menyerah. Setiap aku teringat Alisha, aku selalu merasa sedih., karena Alisha akhirnya tidak bisa bertahan hidup dengan dua kelainan tersebut. Tetapi Alisha akan selalu ada di hati Ayah Bunda nya dan juga aku. Dia sudah bahagia di Syurga dan akan memakaikan mahkota untuk kedua orangtuanya nanti. Setelah selama 20 hari Athar dirawat, akhirnya kami bisa membawa pulang Athar ke rumah. Kami sudah mempersiapkan semuanya, baik fisik, mental maupun material untuk merawat Athar selama 1.5 - 2 tahun ke depan. Karena menurut dokter nanti akan ada operasi kedua lagi setelah Athar berumur 1.5 atau 2 tahun tergantung kondisi tubuhnya. 


    Kami sekeluarga senang akhirnya Athar pulang kerumah. Aku tidak berhenti bekerja karena kami pasti akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk merawatnya. Aku dibantu ibuku untuk merawat Athar selama aku kerja, tetapi jika sudah pulang kerja, 100% aku yang merawatnya. Untuk memasukkan susu ke dalam tubuhnya, kami menggunak spuit 50ml untuk menyuntikan susu/makanan kedalam selang kateter. Awal-awal pasti sulit dan berat, tetapi semua itu kujalani dengan ikhlas dan bahagia, karena buat kami yang terpenting anak kami sehat. Kami tidak memperlakukan Athar sebagai anak yang punya kelainan, kami memperlakukan dia sama seperti bayi normal lainnya. Karena memang semua normal, dia sama dengan bayi lainnya, hanya makannya saja yang sementara ini beda. Oh iya, mungkin kalian penasaran, bagaimana keadaaan mulutnya kalau tidak dipakai untuk makan/minum susu, bisa2 tidak tahu rasa dong? 

 

    Mungkin sebagian orang akan berfikir seperti itu, tapi Allah itu Maha Adil, walaupun Athar tidak makan melalui mulutnya, tetapi mulut & lidahnya bisa merasakan rasa, karena dokter telah melubangi leher Athar untuk saluran pengeluaran air liurnya. Iya...air liur Athar keluar lagi melalui lubang dilehernya, dan itu sebabnya kami bisa memberikan minuman atau susu untuk dia belajar mengecap rasa, walaupun akhirnya akan keluar kembali melalui lubang dilehernya. Ini dilakukan atas saran dokter agar lidahnya tidak kering dan mati rasa, karena dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, ada anak seperti Athar juga yang oleh orang tuanya tidak dicicipi rasa melalui lidahnya, dan akhirnya lidahnya menjadi baal/mati rasa dan kering. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, pertumbuhan Athar sangat bagus, motorik dia tidak ada masalah, sangat berkembang pesat. Dan tubuhnya pun gempal, karena mungkin makanan langsung ke lambungnya jadi tidak  melalui proses pencernaan.

Apakah semuanya berjalan lancar & tidak ada kendala??? Tentu saja ada....

Apa saja kendala2 nya?? Nantikan kelanjutannya...

Komentar

Postingan Populer