ANAK DENGAN ATRESIA ESOFAGUS APAKAH BISA BERTAHAN???
Memiliki anak dengan Atresia Esofagus mungkin menakutkan bagi sebagian besar orangtua. Nama penyakit yang asing yang tidak pernah didengar sebelumnya? Apa itu Atresia Esofagus? Penyakit kutukan atau penyakit kama? Banyak orangtua yang tidak mengerti dengan penyakit ini. Atresia Esofagis adalah buntunya saluran kerongkongan (esofagus) yang menuju ke lambung. Ini pengertian dengan bahasa saya, agar dimengerti oleh para orangtua yang masih awam. Intinya saluran makan anak kita buntu, jadi tidak bisa makan menggunakan mulutnya. Kapan sih penyakit ini bisa didiagnosa? Kebanyakan penyakit ini baru ketahuan setelah anak lahir dan pada waktu dimasukkan selang NGT, selang tersebut keluar lagi melalui hidung. Ciri-cirinya apa waktu hamil? Ciri-ciri umumnya adalah hydromnion atau air ketuban yang berlebih, serta terkadang kita merasa seperti keputihan yang tidak berhenti. Apakah anak dengan Atresia Esofagus bisa bertahan? Insyaa Allah bisa, karena anak saya Alhamdulillah sehat sampa sekarang, dia sudah kelas 9 SMP dan sebentar lagi menginjak SMA. Bagaimana pertumbuhan anak Atresia Esofagus? Apakah ada keterlambatan dalam pertumbuhannya? Alhamdulillah tidak, anak dengan Atresia Esofagus bisa tumbuh seperti anak normal lainnya, hanya cara makannya saja yang berbeda. Anak Atresia Esofagus makan melalui selang yang ditanam dilambungnya selama sebelum operasi kedua (operasi penyambungan). Untuk hal ini lamanya bervariasi, tergantung kondisi anak dan juga apakah ada penyakit bawaan lainnya atau tidak.
Anak saya Muhammad Athar Aliyan Haifz Kurdiansyah terlahir dengan Atresia Esofagus 15 tahun yang lalu, tepatnya tahun 4 Mei 2010. Selama kehamilan tidak ada tanda-tanda apapun, dan selama cek ke dokter tidak pernah ditemukan kejanggalan. Hanya air ketuban saya yang agak banyak. Tetapi diumur kandung mendekati 37 minggu, dokter kandungan saya melihat detak jantung janin yang seperti tidak beraturan, tetapi beliau tidak bisa memastikan itu apa. Dokter meminta saya untuk USG 4 Dimensi untuk memastikan, karena pada tahun itu USG 4 dimensi belum banyak dan harganya lumayan mahal. Saya dirujuk untuk USG 4 dimensi di RSUP Cipto Mangunkusumo atau yang terdekat dirumah sakit Eka Hospital BSD yang waktu itu sudah ada fasilitas USG 4 dimensi. Akhirnya saya memilih yang lebih dekat dari rumah yaitu di Rumah Sakit Eka Hospital BSD. Akhirnya saya USG 4 dimensi dengan rujukan dari dokter kandungan saya. Setalah di cek, ternyata tidak ada apa-apa, hanya air ketubannya berlebih dan oleh dokter disana disarankan janin tersebut untuk segera dikeluarkan karena takut keracunan air ketuban.
Setelah USG 4 dimensi itu keesokannya saya datang lagi ke dokter kandungan saya sebelumnya, dan menginformasikan apa yang disarankan oleh dokter kandungan di Rumah Sakit Eka Hospital. Akhirnya dokter kandungan saya menyarankan untuk secepatnya masuk ruang bersalin. Akhirnya saya cek in dirumah sakit tersebut tanggal 2 Mei 2010, selama 1 hari malam saya diruang bersalin, tetapi sampai tanggal 4 Mei bayinya belum keluar juga karena pembukaannya tidak naik-naik dari pembukaan 2. Akhirnya mereka memutuskan untuk diinduksi dengan cair disuntikkan dari cairan infus dan selanjutnya memasukan balon kedalan mulut rahim agar terbuka. Tanggal 4 Mei 2010 sore, saya merasakan konstaksi yang luar biasa setelah bidan memasukkan balon ke mulut rahim saya. Akhirnya saya dipindahkan ke ruang bersalin. Dokter kandungan sudah ditelpon bidan tetapi belum sampai rumah sakit sampai dengan saya melahirkan.
Akhirnya, anak pertama yang kami tunggu-tunggu telah lahir ke dunia sekitar jam 17.30 WIB. Sejuta syukur kupanjatkan atas kelahiran ini, segala rasa sakit sirna sudah dengan lahirnya anak kami ke dunia dengan selamat. Setelah saya dibersihkan dan dijahit pasca melahirkan, saya pun dipindahkan ke kamar perawatan. Setelah beberapa jam, saya sedikit heran kenapa bayinya belum dibawa ke kamar untuk coba disusui. Apakah belum selesai dirapihkan? Tak lama kemudian suami saya dipanggil oleh dokter, dan kembali ke kamar membawa berita yang mengejutkan buat saya. Anak yang baru saja saya lahirkan ada kelainan kongenital yaitu Atresia Esofagus dan harus segera di operasi secepatnya. Pihak Rumah Sakit sedang mencarikan Rumah Sakit dengan Dokter Bedah anak dan fasilitas yang memadai untuk menangani anak kami. Hal ini baru diketahui setelah selang NGT yang dimasukkan ke bayi mentok dan akhirnya keluar lagi melalui hidung. Dan ciri-ciri yang lainnya ada banyak air liur berbusa yang keluar dari mulutnya.
Bagaimana Selanjutnya???? Apakah bayi kami bisa dioperasi? Apakah mereka menemukan Rumah Sakit yang dokter bedah dan fasilitasnya memadai serta kamar NICU nya tersedia???
Tunggu kelanjutan ceritanya di part 2...
Komentar
Posting Komentar